Tour Plus Plus

Oleh : Muh Sutrisno

Tepat hari Rabu, 1 Juni 2011 sekira pukul 05.00 pagi rombongan tour SMP Negeri  2 Gerokgak ,Buleleng berangkat menuju beberapa tempat. Antara lain Lovina, Bedugul, Garuda Wisnu Kencana  (GWK), Uluwatu dan Tanah Lot lalu kembali lagi ke Gerokgak. Tour kali ini menggunakan 6 Bus dan melibatkan 200-an orang termasuk siswa, guru dan staf TU. Apa yang mereka cari?

pagi

lumba-lumba

Pura Ulundanu Bedugul

Tour berasal dari kata bahasa Inggris yang artinya tamasya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti tamasya( kata benda) ,yang artinya  perjalanan untuk menikmati pemandangan, keindahan alam,dsb. Sedang bertamasya (kata kerjanya) yang  berarti  pergi menikmati perjalanan yang menyenangkan; pergi bersenang-senang hati (melihat-lihat) keindahan alam ,dsb. Dengan demikian setiap rombongan tour pastinya  akan pergi ke luar daerah guna menikmati pemandangan alam supaya senang hatinya. Menyenangkan hati agar hati lebih senang dan tidak merasa suntuk atau jutek, bete (bahasa gaul). Oleh karena itu tamasya atau tour ini biasa dilakukan oleh orang-orang setelah mereka lelah karena pekerjaan yang serius dalam kesehariannya. Tujuannya supaya pikiran dan hati lebih segar (fresh) dan terhibur serta tidak stress (tertekan). Siswa dan guru pantas  melakukan tamasya ini setelah mereka lelah menyiapkan diri dan mengerjakan soal-soal ujian akhir sekolah bahkan ujian nasional. Namun yang lebih pantas adalah gurunya karena kebanyakan siswanya tenang-tenang saja dalam mengahadapi UN namun gurunya peluh pidit, H2C ( harap-harap cemas).Lalu apa ya plus minusnya sebuah tamasya?

Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Dengan pengertian seperti di atas , tour mempunyai nilai-nilai positif,antara lain :

  1. Nilai rekreasi asal recreation : nilai hiburan. Peserta tour merasa terhibur hatinya dengan melihat hal-hal yang indah yang sebelumnya belum pernah dialaminya. Pemandangan gunung, pemandangan pantai bahkan pemandangan perkotaan yang semrawut dan macet bisa pula akan menghibur karena baru kali itu melihatnya.
  2. Nilai Interaktif : antar hubungan. Peserta tour satu sama lain bisa saling  berhubungan.Bentuk Interaksinya adalah :

a.Interaksi sosial,yakni hubungan dinamis individu kepada individu, antara individu dan kelompok, antara kelompok dan kelompok.Termasuk dalam hal ini ada interaksi budaya, yang mana peserta tour bisa lebih memahami budaya setempat setelah mengunjunginya.

b. Interaksi verbal yakni hubungan yang satu dengan yang lain dengan menggunakan bahasa. Interaksi verbal ini bisa bernilai sangat lebih daripada sekadar berinteraksi lewat SMS ataupun face book , yang bisu tanpa suara.

Pura Tanah Lot

3.  Nilai edukatif, nilai pendidikan: Peserta tour bisa mendapatkan pendidikan dari luar sekolah, dari lingkungan sekitar. Dalam psikologi dikenal interaksionistik yakni berhubungan dengan perkembangan anak yang memperhitungkan saling pengaruh antara faktor pembawaan dan faktor lingkungan. Jadi tour bisa mempengaruhi perkembangan individu anak sehingga anak bisa berwawasan luas dan tidak terkungkung . Anak tidak lagi kuper atau kurang pergaulan ,yang ujung-ujungnya telmi ;telat mikirnya. Termasuk dalam hal ini nilai keagamaan bila yang dikunjungi bernuansa spiritual sehingga sisi moral peserta tour bisa terbangunkan dan bisa tercerahkan kelelahan fisiknya  setelah perjalanan tour yang memenatkan.

Namun demikian, di balik banyaknya nilai plus sebuah tour tetap juga harus mencermati sisi negatif, sisi minusnya yang antara lain sebagai berikut :

  1. Kontra rekreasi : Tour akan menjadi perjalanan yang menyakitkan dan tidak menghibur, tidak menyenangkan di hati. Ini akan dialami oleh orang yang rentan terhadap perjalanan darat, laut dan udara alias mabuk kendaraan. Bagi orang yang punya hoby ini,  tour tentulah bukan pilihan yang tepat karena pasti mual-mual serta pening di kepala akan mengganggu dan  tidak akan merasa terhibur bahkan kendaraan itupun akan menjadi ambulan sepanjang perjalanan.
  2. Individualistis: Bila perjalanan tour ini terjadi tanpa mau berinteraksi dengan yang lain. Baginya sepanjang perjalanan adalah mendengarkan musik dengan head set lalu mata terpejam di balik kaca mata hitam bahkan tertidur pulas. Apa yang tampak dan bising di sekitar adalah dunia bisu dan hitam –tanpa warna di mata dan pikirannya.
  3. Kebangkitan Romantisme: Tour sangat gampang membangkitkan rasa romantis, rasa mesra, dan mengasyikkan. Bila menilik esensi tour itu adalah menghibur maka dunia tour dekat dengan asyiknya hati.

    Uluwatu

Maka saran bagi pasangan suami istri yang lagi stress rajinlah mengadakan tour agar hubungan yang lagi bosan,jenuh apalagi  berkonflik bisa cair dengan perjalanan yang asyik sehingga jiwa romantisme kembali bangkit pada pasangan tersebut.

Namun harus diwaspadai bila hal ini terjadi pada rombongan sekolah. Karena kita tahu siswa adalah bukan suami istri. Sehingga para guru harus bekerja ekstra keras agar perjalanan tour ini tidak disalahgunakan. Guru mendidik,mengawasi dan mengawal agar tour tetap selamat sesuai harapan. Selamat dari kecelakaan. Selamat dari kecelakaan kendaraan maupun kecelakaan fisik.  Selamat Tour SMPN 2 Gerokgak, Semoga Selamat Awal Sampai Akhir Perjalanan.Amin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s