Puisi Akrostik

Oleh : Muh Sutrisno( dari beberapa sumber)
Bakti Kami

Dalam Kealpaan

Akrostik berasal dari kata Perancis acrostiche dan Yunani akrostichis yang artinya sebuah sajak yang huruf awal baris-barisnya menyusun sebuah atau beberapa kata (www.sejuta-puisi.blogspot.com). Di dalam puisi akrostik menggunakan huruf dalam sebuah kata untuk memulai tiap-tiap baris dalam puisi, semua baris dalam puisi menceritakan atau mendeskripsikan topik kata yang penting. Puisi akrostik berbeda dengan puisi-puisi lain karena huruf-huruf pertama tiap baris mengeja sebuah kata yang dapat dibaca secara vertikal. Pola rima dan jumlah angka baris dapat bervariasi dalam puisi akrostik karena puisi akrostik lebih dari puisi deskriptif yang mana menjelaskan kata yang dibentuk. Dari penjelasan mengenai puisi akrostik di atas, siswa akan lebih mudah menyusun kata-kata karena sudah ada rangsangan sebelumnya dari huruf awal yang disusun secara vertikal dan membentuk kata. Puisi akrostik ini merupakan salah satu kegiatan menulis puisi yang paling sukses untuk menulis pemula, berikut ini tentang penulisan puisi dengan teknik akrostik :
1. Menulis puisi akrostik sangat mudah dan menyenangkan.
2. Huruf kapital selalu dimulai pada tiap-tiap baris baru.
3. Membaca dan kembali membaca membantu menemukan kata yang baik.
4. Kalimat tidaklah terlalu penting.
5. Masalah kurangnya pemahaman kita dalam perbendaharaan kata,kita dapat melihat kamus.

 Dalam menulis puisi akrostik ini, perbendaharaan kata masing-masing berbeda. Pengalaman dalam membaca puisi sangat mempengaruhi hasil tulisan puisi. Semakin banyak dalam membaca puisi, maka semakin banyak pula kata-kata yang akan dipilihnya dan dikembangkan dalam puisinya sehingga hasil karya puisinya pun mempunyai nilai estetika yang semakin tinggi pula

Contoh puisi yang ditulis dengan teknik Akrostik : ( dengan kata SMPN DUA GEROKGAK)

Baktiku

Saat hati mulai lelah dengan segala tanya

Menuai ragu padaMu

Puing-puing nestapapun ada dalam relung jiwa

Namun sirna tatkala hadir bersamaMu

Dalam kealpaanku yang abadi

Untaian baris-baris mantra menyeruak menghadirkan makna

Atas keagunganMu yang pasti,lalu

Gema lonceng menggemakan kidung-kidung suci

Enyahkan rasa bersalah yang menggada

Remukkan segala pemikiran bahwa Engkau tak adil

Oh,

Kakipun mulai lemah bersimpuh di hadapanMu

Genitri terpetik pada hati lantunkan kirtanam

Alpakan  manusia dan lupakan rasa manusia

KehadiratMu menyatukan  diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s